
Ekspose SID OPLAH Kalsel 2024: Dorong Optimasi Lahan Pertanian di Banjar dan Batola
Banjarbaru (10/01/2025) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan acara Ekspose SID OPLAH Kalsel 2024, yang dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Direktur Perlindungan dan Penyediaan Lahan, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, serta perwakilan dari berbagai lembaga terkait. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan hasil Survey Ivestigasi Desain (SID) di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala (Batola), sekaligus mempersiapkan pelaksanaan kontrak konstruksi optimasi lahan pada 2025.
Direktur Perlindungan dan Penyediaan Lahan memberikan apresiasi atas penyelesaian SID dalam waktu singkat, hanya tiga minggu. Beliau berharap program ini dapat segera dilanjutkan dengan pelaksanaan kontrak konstruksi pada awal 2025, seperti keberhasilan yang sebelumnya dicapai di Sumatera Selatan. Selain itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan indeks pertanaman dari 100 menjadi 200-300 sebagai target utama.
Dalam pemaparan, Kepala BBPSI SDLP, Asdianto, menjelaskan bahwa kegiatan SID di Kalsel dimulai pada 16 Desember 2024 dan mencakup 21.584 hektar lahan, dengan rincian 10.403 hektar di Kabupaten Banjar dan 11.181 hektar di Kabupaten Batola. Penyesuaian peta kesesuaian lahan dan identifikasi daerah rawan banjir telah dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program. Secara keseluruhan, SID mencakup total 83 ribu hektar di tujuh provinsi.
Acara ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, terutama dalam penyediaan data sekunder yang diperlukan untuk penyempurnaan SID. Dengan dukungan lintas sektor, program SID diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung target optimasi lahan di Kalsel secara berkelanjutan. (DW/MAS)